Selasa, 30 September 2014

Penjelasan Teori Atom Bohr

Pengertian Teori Atom Bohr. Model atom Bohr mengemukakan bahwa atom terdiri dari inti berukuran sangat kecil dan bermuatan positif dikelilingi oleh elektron bermuatan negatif yang mempunyai orbit. Inilah gambar teori model atom Bohr. Penjelasan teori atom Bohr dapat dibaca pada sub bunyi postulat teori atom Bohr di bawah.

 Teori Atom Bohr
Penjelasan Teori Atom BohrNiels Bohr mengajukan teori atom Bohr ini pada tahun 1915. Karena model atom Bohr merupakan modifikasi (pengembangan) dari model atom Rutherford, beberapa ahli kimia menyebutnya dengan teori atom Rutherford-Bohr. Walaupun teori atom Bohr ini mengalami perkembangan, namun kenyataannya model atom Bohr masih mempunyai kelemahan. Namun demikian, beberapa poin dari model atom Bohr dapat diterima. Tidak seperti teori atom Dalton maupun teori atom Rutherford, keunggulan teori atom Bohr dapat menjelaskan tetapan Rydberg untuk garis spektra emisi hidrogen. Itulah salah satu kelebihan teori atom Niels Bohr.

Model atom Bohr berbentuk seperti tata surya, dengan elektron yang berada di lintasan peredaran (orbit) mengelilingi inti bermuatan positif yang ukurannya sangat kecil. Gaya gravitasi pada tata surya secara matematis dapat diilustrasikan sebagai gaya Coulomb antara nukleus (inti) yang bermuatan positif dengan elektron bermuatan negatif.

Bunyi Postulat Teori Atom Bohr
Teori atom Bohr kiranya dapat dijelaskan seperti berikut:
  1. Elektron mengitari inti atom dalam orbit-orbit tertentu yang berbentuk lingkaran. Orbit-orbit ini sering disebut sebagai kulit-kulit elektron yang dinyatakan dengan notasi K, L, M, N ... dst yang secara berututan sesuai dengan n = 1, 2, 3, 4 ... dst.
  2. Elektron dalam tiap orbit mempunyai energi tertentu yang makin tinggi dengan makin besarnya lingkaran orbit atau makin besarnya harga n. Energi ini bersifat terkuantisasi dan harga-harga yang diijinkan dinyatakan oleh harga momentum sudut elektron yang terkuantisasi sebesar n (h/2π) dengan n = 1, 2, 3, 4 ... dst.
  3. Selama dalam orbitnya, elektron tidak memancarkan energi dan dikatakan dalam keadaan stasioner. Keberadaan elektron dalam orbit stasioner ini dipertahankan oleh gaya tarik elektrostatik elektron oleh inti atom yang diseimbangkan oleh gaya sentrifugal dari gerak elektron.
  4. Elektron dapat berpindah dari orbit satu ke orbit lain yang mempunyai energi lebih tinggi bila elektron tersebut menyerap energi yang besarnya sesuai dengan perbedaan energi antara kedua orbit yang bersangkutan, dan sebaliknya bila elektron berpindah ke orbit yang mempunyai energi lebih rendah akan memancarkan energi radiasi yang teramati sebagai spektrum garis yang besarnya sesuai dengan perbedaan energi antara kedua orbit yang bersangkutan.
  5. Atom dalam molekul dikatakan dalam keadaan tingkat dasar (ground state) apabila elektron-elektronnya menempati orbit-orbit sedemikian sehingga memberikan energi total terendah. Dan apabila elektron-elektron menempati orbit-orbit yang memberikan energi lebih tinggi daripada energi tingkat dasarnya dikatakan atom dalam tingkat tereksitasi (excited state). Atom dalam keadaan dasar lebih stabil daripada dalam keadaan tereksitasi.
Contoh paling sederhana dari model atom hidrogen Bohr (Z = 1) atau sebuah ion mirip hidrogen (Z > 1), yang mempunyai elektron bermuatan negatif mengelilingi inti bermuatan positif. Energi elektromagnetik akan diserap atau dilepaskan ketika sebuah elektron berpindah dari lintasan satu ke lintasan lain. Jari-jari dari lintasan bertambah sebagai n2, dimana n adalah bilangan kuantum utama. Transisi dari 3 ke 2 menghasilkan garis pertama dalam deret Balmer. Untuk hidrogen (Z = 1) akan menghasilkan foton dengan panjang gelombang 656 nm (cahaya merah).

Kelemahan Teori Atom Bohr
Walaupun dinilai sudah revolusioner, tetapi masih ditemukan kelemahan teori atom Bohr yaitu:
  1. Melanggar asas ketidakpastian Heisenberg karena elektron mempunyai jari-jari dan lintasan yang telah diketahui.
  2. Model atom Bohr mempunyai nilai momentum sudut lintasan ground state yang salah.
  3. Lemahnya penjelasan tentang prediksi spektra atom yang lebih besar.
  4. Tidak dapat memprediksi intensitas relatif garis spektra.
  5. Model atom Bohr tidak dapat menjelaskan struktur garis spektra yang baik.
  6. Tidak dapat menjelaskan efek Zeeman.
Readmore »»  

TABEL SISTEM PERIODIK UNSUR KIMIA MODEREN




1


2


3


4


5


6


7


8


9


10


11


12


13


14


15


16


17


18

1
H

2
He

3
Li
4
Be

5
B
6
C
7
N
8
O
9
F
10
Ne

11
Na
12
Mg
13
Al
14
Si
15
P
16
S
17
Cl
18
Ar

19
K
20
Ca
21
Sc
22
Ti
23
V
24
Cr
25
Mn
26
Fe
27
Co
28
Ni
29
Cu
30
Zn
31
Ga
32
Ge
33
As
34
Se
35
Br
36
Kr

37
Rb
38
Sr
39
Y
40
Zr
41
Nb
42
Mo
43
Tc
44
Ru
45
Rh
46
Pd
47
Ag
48
Cd
49
In
50
Sn
51
Sb
52
Te
53
I
54
Xe

55
Cs
56
Ba
57-71 72
Hf
73
Ta
74
W
75
Re
76
Os
77
Ir
78
Pt
79
Au
80
Hg
81
Ti
82
Pb
83
Bi
84
Po
85
At
86
Rn

87
Fr
88
Ra
89-103 104
Rf
105
Db
106
Sg
107
Bh
108
Hs
109
Mt
110
Ds
111
Rg
112
Uub
113
Uut
114
Uuq
115
Uup
116
Uuh
117
Uus
118
Uuo


Lantanoida
57
La
58
Ce
59
Pr
60
Nd
61
Pm
62
Sm
63
Eu
64
Gd
65
Tb
66
Dy
67
Ho
68
E
69
Tm
70
Yb
71
Lu

Aktinoida
89
Ac
90
Th
91
Pa
92
U
93
Np
94
Pu
95
Am
96
Cm
97
Bk
98
Cf
99
Es
100
Fm
101
Md
102
No
103
Lr


H (gas)
Li (padat)
Br (cair)
Rf (tidak diketahui)


Non-logam


Logam Transisi


Logam Tanah Jarang


Halogen


Logam Alkali


Logam Alkali Tanah


Semi Logam


Gas Mulia


TABEL SISTEM PERIODIK UNSUR MODERN
Readmore »»  

Minggu, 28 September 2014

Hukum Hess Kimia

Pengertian Hukum Hess. Hukum Hess adalah hukum yang menyatakan bahwa perubahan entalpi suatu reaksi akan sama walaupun reaksi tersebut terdiri dari satu langkah atau banyak langkah. Perubahan entalpi tidak dipengaruhi oleh jalannya reaksi, melainkan hanya tergantung pada keadaan awal dan akhir. Hukum Hess merupakan suatu hubungan kimia fisika yang diusulkan pada tahun 1840 oleh Germain Hess, kimiawan asal Rusia kelahiran Swiss.

Penjelasan Hukum Hess

Hukum Hess mempunyai pemahaman yang sama dengan hukum kekekalan energi, yang juga dipelajari di hukum pertama termodinamika. Hukum Hess dapat digunakan untuk mencari keseluruhan energi yang dibutuhkan untuk melangsungkan reaksi kimia. Perhatikan diagram berikut:

 Penjelasan Hukum Hess

Diagram di atas menjelaskan bahwa untuk mereaksikan A menjadi D, dapat menempuh jalur B maupun C, dengan perubahan entalpi yang sama (ΔH1 + ΔH2 = ΔH3 + ΔH4).

Jika perubahan kimia terjadi oleh beberapa jalur yang berbeda, perubahan entalpi keseluruhan tetaplah sama. Hukum Hess menyatakan bahwa entalpi merupakan fungsi keadaan. Dengan demikian ΔH untuk reaksi tunggal dapat dihitung dengan:
ΔHreaksi = ∑ ΔHf (produk) - ∑ ΔHf (reaktan)

Jika perubahan entalpi bersih bernilai negatif (ΔH < 0), reaksi tersebut merupakan eksoterm dan bersifat spontan. Sedangkan jika bernilai positif (ΔH > 0), maka reaksi bersifat endoterm. Entropi mempunyai peran yang penting untuk mencari spontanitas reaksi, karena beberapa reaksi dengan entalpi positif juga bisa bersifat spontan.

Contoh Hukum Hess

Perhatikan diagram berikut:

Hukum Hess

Pada diagram di atas, jelas bahwa jika C (s) + 2H2 (g) + O2 (g) direaksikan menjadi CO2 (g) + 2H2 (g) mempunyai perubahan entalpi sebesar -393,5 kJ. Walaupun terdapat reaksi dua langkah, tetap saja perubahan entalpi akan selalu konstan (-483,6 kJ + 90,1 kJ = -393,5 kJ).
Readmore »»  

Pembahasan Soal Hambatan Listrik Fisika

Pembahasan Soal Fisika SMA. Pembahasan Soal Hambatan Listrik Fisika SMA X. Contoh Soal dan Pembahasan Listrik Arus Searah Materi Fisika kelas 1 SMA. Khusus membahas tentang hambatan pengganti, seri, paralel, campuran seri paralel dan beberapa bentuk hambatan khusus, termasuk rangkaian jembatan Wheatsone.

Soal No. 1
Perhatikan gambar susunan beberapa hambatan listrik berikut ini! Tentukan hambatan pengganti (hambatan total) antara titik A dan B dari gambar rangkaian di atas!


Pembahasan
Rangkaian di atas adalah rangkaian seri murni, sehingga tinggal dijumlahkan saja.
Rp = 2 + 3 + 6 = 11 Ohm

Soal No. 2
Perhatikan gambar susunan tiga hambatan berikut ini!

http://prediksisoal-un.blogspot.com/

Tentukan hambatan pengganti (hambatan total) antara titik A dan B dari gambar rangkaian di atas!

Pembahasan
Rangkaian di atas berupa paralel murni sehingga :



Soal No. 3
10 buah hambatan identik masing-masing sebesar 10 Ω disusun seperti gambar berikut!



Tentukan hambatan pengganti (hambatan total) antara titik A dan B dari gambar rangkaian di atas!

Pembahasan
Seri antara R2 dan R3 , namakan R23 :



Seri antara R4, R5 dan R6 namakan R46 :



Seri antara R7 , R8 , R9 dan R10 namakan R710



Paralel antara R1, R23, R46 dan R710 menghasilkan RAB:

1/RAB = 1/10 + 1/20 + 1/30 + 1/40
1/RAB = 12/120 + 6/120 + 4/120 + 3/120
RAB = 120 / 25 = 4,8 Ohm


Soal No. 4
10 buah hambatan listrik disusun seperti gambar berikut! Masing-masing hambatan adalah identik dan besarnya 120 Ω .



Tentukan hambatan pengganti (hambatan total) antara titik A dan B dari gambar rangkaiandi atas!

Pembahasan
Paralel antara R2 dan R3 namakan R23 sebesar 60 Ω
Paralel antara R4 , R5 dan R6 namakan R46 sebesar 40 Ω
Paralel antara R7 , R8 , R9 dan R10 namakan R710 sebesar 30 Ω
Seri antara R1 , R23 , R46 dan R710 menghasilkan RAB

RAB = 120 + 60 + 40 + 30 = 250 Ω

Soal No. 5
8 buah hambatan dengan nilai masing masing :
R1 = 10 Ω
R2 = 2 Ω
R3 = 3 Ω
R4 = 17 Ω
R5 = 20 Ω
R6 = 20 Ω
R7 = 8 Ω
R8 = 10 Ω



Tentukan hambatan pengganti (hambatan total) antara titik A dan B dari gambar rangkaian di atas!

Pembahasan
→ Seri R3 dan R4 namakan R34
R34 = R3 + R4 = 3 + 17 = 20 Ω
→ Paralel antara R5 dan R34 namakan R35
R35 = 10 Ω
→ Seri antara R2, R35 dan R7 namakan R27
R27 = 2 + 10 + 8 = 20 Ω
→ Paralel antara R27 dan R6 namakan R276
R276 = 10 Ω
→ Seri antara R1 , R276 dan R8 menghasilkan RAB

RAB = 10 + 10 + 10 = 30 Ω

Soal No. 6
8 buah hambatan indentik masing-masing senilai 10 Ω disusun seperti gambar berikut!



Tentukan hambatan pengganti (hambatan total) antara titik P dan R !

Pembahasan
Karena R2 dan R4 tidak akan di aliri arus listrik / rangkaian terbuka, maka anggap tidak ada.
→ Seri R5 dan R6 :
R56 = 20 Ω
→ Seri R7 dan R8 :
R78 = 20 Ω
→ Paralel R56 dan R78 :
R58 = 10 Ω
→ Seri R1 , R58 dan R3 menghasilkan RPQ :

RPQ = 10 + 10 + 10 = 30 Ω


Soal 7
Diberikan rangkaian seperti gambar dibawah.
Jika R1 = 50 Ω, R2 = 60 Ω, R3 = 40 Ω, R4 = 20 Ω, R5 = 30 Ω
Hitung hambatan pengganti dari rangkaian diatas!

Pembahasan
Pada rangkaian diatas kondisinya adalah:

sehingga R5 tidak bisa dihilangkan begitu saja, harus dimasukkan dalam perhitungan. Solusinya adalah mengganti R1, R4 dan R5 dengan 3 buah hambatan baru sebutlah Ra, Rb dan Rc agar rangkaian diatas bisa diselesaikan secara seri / paralel. Berikut ilustrasi dan rumus transformasinya:
 

sehingga rangkaian yang baru adalah seperti gambar berikut:
dengan
http://prediksisoal-un.blogspot.com/

Langkah berikutnya adalah
seri antara Rb dan R2 didapat : 15 + 60 = 75 Ω
seri antara Rc dan R3 didapat : 6 + 40 = 46 Ω
paralel antara dua hasil diatas

terakhir serikan Rparalel dengan Ra sebagai Rtotal :
 

Dengan demikian didapatkan hambatan pengganti untuk rangkaian jembatan Wheatstone diatas adalah 37,89 Ω.

Soal 8
Berapa nilai kuat arus yang mengalir masuk ke rangkaian listrik berikut ini, jika semua hambatan memiliki nilai yang sama yaitu 12 Ohm dan dipasang sumber tegangan 12 volt?


Pembahasan:
Terlebih dahulu cari hambatan pengganti rangkaian diatas, gunakan rumus berikut:
dengan demikian hambatan total rangkaian adalah
Sehingga nilai kuat arus rangkaian dengan mudah didapat

Soal 9
Perhatikan Gambar dibawah!
 
Misalkan nilai R1 =6 Ω, R2 = 4 Ω, R3 = 2 Ω, R4 =3 Ω dan R5 =9 Ω.
 
Berapakah nilai hambatan pengganti rangkaian diatas?
Untuk soal-soal Fisika SMA biasanya menampilkan tipe soal tentang jembatan Wheatstone hingga level berikut.

Pembahasan
Jika:
maka R5 dianggap tidak ada atau dihilangkan saja karena tidak akan ada arus listrik yang mengalir melalui R5. Pada soal diatas 6 x 2 = 4 x 3 sehingga ketentuan diatas boleh dipakai. Serikan dua hambatan cabang atas, serikan hambatan cabang bawah kemudian paralelkan hasil keduanya. Hasil yang didapat adalah:

http://prediksisoal-un.blogspot.com/
Readmore »»  

Sabtu, 27 September 2014

Cara Penulisan Tanggal yang Benar dalam Bahasa Inggris

 Cara Penulisan Tanggal dalam Bahasa Inggris yang Benar
Cara Penulisan Tanggal dalam Bahasa Inggris. Cara penulisan tanggal dalam bahasa Inggris juga harus diperhatikan dengan sangat baik. Ini merupakan suatu hal yang begitu penting dan menjadi aturan yang harus dikuasai oleh siswa. Karena, cara penulisan tanggal digunakan dalam banyak kesempatan mulai dari situasi yang formal hingga situasi santai. Kami memberikan detail cara penulisan tanggal dalam bahasa Inggris melalui tabel-tabel berikut ini. Format penulisan tanggal dibedakan menjadi 6 format dengan dua kategori. Kategori pertama memberikan contoh penulisan tanggal di dalam bahasa Inggris-British, Sementara itu penulisan tanggal yang kedua menggunakan format penulisan Inggris-Amerika.
 
Oke, silakan simak cara penulisan tanggal dalam bahasa Inggris berikut ini. Selamat membaca.

Format
British: Day-Month-Year
American: Month-Day-Year
A
the Twelve of August, 2014
August the Twelve, 2014
B
12th August 2014
August 12th, 2014
C
12 August 2014
August 12, 2014
D
12/4/2014
4/12/2014
E
12/4/14
4/12/14
F
12/04/14
04/12/14

Penulisan Nama Bulan
No.
Nama
Singkatan
1
January
Jan
J
2
February
Feb
F
3
March
Mar
M
4
April
Apr
A
5
May
May
M
6
June
Jun
J
7
July
Jul
J
8
August
Aug
A
9
September
Sep
S
10
October
Oct
O
11
November
Nov
N
12
December
Dec
D
Penulisan Tanggal
1st
first
2nd
second
3rd
third
4th
fourth
5th
fifth
6th
sixth
7th
seventh
8th
eighth
9th
ninth
10th
tenth
11th
eleventh
12th
twelfth
13th
thirteenth
14th
fourteenth
15th
fifteenth
16th
sixteenth
17th
seventeenth
18th
eighteenth
19th
nineteenth
20th
twentieth
21st
twenty-first
22nd
twenty-second
23rd
twenty-third
24th
twenty-fourth
25th
twenty-fifth
26th
twenty-sixth
27th
twenty-seventh
28th
twenty-eighth
29th
twenty-ninth
30th
thirtieth
31st
thirty-first

Setiap format tanggal mulai dari format A hingga F mempunyai arti tersendiri. Penggunaan tanggal tersebut dibedakan berdasarkan formalitas, kesopanan, dan pilihan pribadi masing-masing. Berikut ini akan kami jelaskan beberapa aturan penting di cara penulisan tanggal dalam bahasa Inggris.

Format A

Digunakan dalam suasana yang begitu formal dan rata-rata penggunaanya diterapkan pada undangan pernikahan, sura resmi, dan item-item yang dicetak lainnya.

Format B dan C
Merupakan sebuah format lama yang tetap digunakan dalam rangka menunjukkan kesopanan. Jadi, kalau Anda ingin menggunakan format tanggal yang sopan namun dalam situasi yang tidak terlalu formal pada format A, maka format B dan C dapat menjadi pilihan.

Format D dan E
Ini adalah format pendek yang dapat digunakan pada situasi yang kurang formal. Misalkan, Anda menggunakannya saat ingin menulis memo, surat antar teman akrab, atau surat bisnis yang sifatnya personal.

Format F
Format ini adalah format yang biasa digunakan dalam dokumen resmi atau teknis. Merupakan format yang sulit dibedakan karena bisa digunakan pada halaman yang bersifat resmi atau tidak resmi.

Itulah cara penulisan tanggal dalam bahasa Inggris yang wajib Anda pelajari dengan baik. Semoga berguna bagi Anda semua.
Readmore »»